AS Rilis Dokumen Rahasia Ribuan Halaman Soal Pembunuhan John F Kennedy

Jakarta - Pihak berwenang Amerika Serikat (AS) merilis dokumen rahasia ribuan halaman pada Rabu terkait pembunuhan Presiden John F Kennedy, kasus yang masih menuai teori konspirasi walaupun kesimpulan resmi menyatakan dia ditembak Lee Harvey Oswald.

Arsip FBI dan CIA menunjukkan penyelidik AS berusaha menggali apakah Oswald bersekongkol dengan pihak lain dalam pembunuhan 22 November 1963 yang mengejutkan dunia tersebut.

Dokumen tersebut menunjukkan mereka menggali banyak petunjuk, mulai dari intelijen Soviet sampai kelompok komunis Afrika serta mafia Italia.

Dokumen itu juga menunjukkan upaya ekstensif AS dalam memata-matai dan mempengaruhi pemerintahan komunis Fidel Castro di Kuba, di mana Oswald menjalin kontak dan ingin digulingkan Kennedy.

Dikutip dari France 24, Jumat (17/12), arsip setebal 1.491 halaman itu, banyak yang merupakan laporan panjang, diunggah di Arsip Nasional halaman Catatan Pembunuhan JFK, yang telah memiliki puluhan ribu daftar berkaitan dengan kematian Kennedy dan penyelidikan setelahnya.

Pembunuhan Kennedy telah sejak lama memunculkan sejumlah teori konspirasi yang menolak keputusan resmi bahwa Oswald bekerja sendiri ketika dia menembak Kennedy saat sedang dalam konvoi menumpangi limusin di jalan kota Dallas, Texas.

Beberapa meyakini Oswald, pendukung komunis, ditugasi Kuba atau Uni Soviet. Yang existed percaya bahwa aktivis anti-Kuba, kemungkinan atas dukungan intelijen AS atau FBI, meminta Kennedy dibunuh.

Ada juga yang meyakini pesaing politiknya berada di balik pembunuhan itu.

Empat tahun lalu, Presiden Donald Trump yang menjabat saat itu secara hukum terikat oleh undang-undang tahun 1992 untuk merilis informasi yang ditahan oleh intelijen AS tentang masalah ini.

Undang-undang mengharuskan semua catatan pemerintah tentang pembunuhan itu diungkapkan "agar publik mendapat informasi sepenuhnya."

Trump mendeklasifikasi lebih dari 53.000 dokumen dalam tujuh tahap, mengambil porsi dari seluruh arsip pembunuhan yang tersedia untuk publik hingga 88 persen, menurut Arsip Nasional.

Tetapi Trump menyembunyikan ribuan lainnya dengan alasan keamanan nasional.

Tahun ini, Presiden Joe Biden berjanji untuk menghormati undang-undang tersebut, tetapi pada Oktober dia juga mendapat kecaman ketika Gedung Putih menunda rilis dokumen tersebut.

Biden mengatakan, penundaan itu diperlukan "untuk melindungi dari bahaya yang dapat diidentifikasi pada pertahanan militer, operasi intelijen, penegakan hukum, atau perilaku hubungan luar negeri."

Gedung Putih sekarang berada di bawah tekanan untuk menyelesaikan tinjauan dokumen sebelum akhir 2022.

Philip Shenon, seorang ahli dalam dokumen Pembunuhan Kennedy, menulis dalam sebuah artikel yang diterbitkan Politico pada Rabu, mungkin ada dokumen yang tidak akan pernah dirilis karena alasan keamanan.

"Selama pemerintah terus menyembunyikan beberapa dokumen, itu hanya akan semakin mempromosikan gagasan bahwa konspirasi jahat tentang kematian Kennedy memiliki dasar fakta," jelasnya.

"Hari ini, QAnon, yang dianggap FBI sebagai ancaman terorisme domestik, telah menganut teori konspirasi JFK," lanjut Shenon, merujuk pada gerakan konspirasi AS yang dalam beberapa tahun terakhir merayap ke arus utama.

Shenon memperkirakan bahwa 15.000 dokumen terkait pembunuhan tetap dirahasiakan, kebanyakan dari CIA dan FBI.

Wawancara Jackie Kennedy hilang


Jefferson Morley, yang mengelola sebuah situs internet terkait pembunuhan itu, JFKFacts.org, dan yang menghabiskan waktu bertahun-tahun di pengadilan mencari deklasifikasi dokumen, mengatakan rilis terbaru ini masih menyembunyikan catatan penting.

Yang penting, ujarnya, wawancara yang dilakukan sejarawan William Manchester dengan istri Kennedy, Jackie Kennedy dan adiknya Robert Kennedy (RFK) masih dibatasi.

"Baik Jackie maupun RFK tidak mempercayai teori resmi bahwa Kennedy dibunuh hanya oleh seorang pria tanpa alasan," tulis Morley di Twitter.

"Mereka mengatakan secara tertutup, JFK dibunuh oleh musuh domestiknya. Itu apa yang ada dalam rekaman-rekaman ini dan itulah mengapa itu menjadi sangat sensitif."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penggunaan KRL Turun 17 Persen Karena di Berlakukannya PPKM di JABODETAKBEK

Viral WNA di Bali Melukis Masker di Wajahnya Demi Mengelabui Satpam di Sebuah Supermarket

Tersangka Baru Terkait Kasus Kebakaran Lapas Tanggerang Akan Diumumkan Besok Atau Lusa